Memuat jurnal…
Memuat jurnal…
Penelitian ini mengkaji konflik peran yang dialami mahasiswi Muslimah Indonesia antara aspirasi pendidikan dan karier dengan tuntutan domestik tradisional yang berakar pada fiqh klasik. Kondisi ini menuntut perlunya pengembangan kurikulum PAI yang responsif gender untuk membangun kesadaran kesetaraan dan kemitraan dalam keluarga Muslim. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Sumber data primer berupa Al-Qur'an yang menjadi rujukan utama dalam mendefinisikan esensi sakinah dan prinsip-prinsip relasi kemanusiaan. Sementara sumber data sekunder diperoleh dari kitab fiqh klasik, karya-karya tafsir dan pemikiran dari cendekiawan Muslim kontemporer yang relevan, serta jurnal ilmiah. Data-data penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan deskriptif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan keluarga sakinah lebih ditentukan oleh relasi kemitraan yang adil dan setara daripada kepatuhan hierarkis. Paradigma fiqh kemitraan (mubadalah) lebih sesuai dengan nilai egaliter Al-Qur’an dan relevan bagi relasi suami istri dalam keluarga modern. Kesimpulan penelitian, ketegangan peran intelektual mahasiswi dapat diatasi dengan mentransformasi model kurikulum PAI yang responsif gender melalui pengajaran fiqh kemitraan, literasi kritis terhadap teks klasik, studi kasus kontemporer, dan keterampilan praktis membangun keluarga sakinah. Transformasi kurikulum tersebut perlu diiringi dengan metode pengajaran yang inovatif, partisipatif, dan reflektif agar mampu menumbuhkan kesadaran kritis dan kompetensi sosial-religius bagi mahasiswi.
Penelitian ini mengkaji konflik peran yang dialami mahasiswi Muslimah Indonesia antara aspirasi pendidikan dan karier dengan tuntutan domestik tradisional yang berakar pada fiqh klasik. Kondisi ini menuntut perlunya pengembangan kurikulum PAI yang responsif gender untuk membangun kesadaran kesetaraan dan kemitraan dalam keluarga Muslim. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Sumber data primer berupa Al-Qur'an yang menjadi rujukan utama dalam mendefinisikan esensi sakinah dan prinsip-prinsip relasi kemanusiaan. Sementara sumber data sekunder diperoleh dari kitab fiqh klasik, karya-karya tafsir dan pemikiran dari cendekiawan Muslim kontemporer yang relevan, serta jurnal ilmiah. Data-data penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan deskriptif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan keluarga sakinah lebih ditentukan oleh relasi kemitraan yang adil dan setara daripada kepatuhan hierarkis. Paradigma fiqh kemitraan (mubadalah) lebih sesuai dengan nilai egaliter Al-Qur’an dan relevan bagi relasi suami istri dalam keluarga modern. Kesimpulan penelitian, ketegangan peran intelektual mahasiswi dapat diatasi dengan mentransformasi model kurikulum PAI yang responsif gender melalui pengajaran fiqh kemitraan, literasi kritis terhadap teks klasik, studi kasus kontemporer, dan keterampilan praktis membangun keluarga sakinah. Transformasi kurikulum tersebut perlu diiringi dengan metode pengajaran yang inovatif, partisipatif, dan reflektif agar mampu menumbuhkan kesadaran kritis dan kompetensi sosial-religius bagi mahasiswi.
Teks lengkap tersedia melalui galley PDF apabila diterbitkan oleh jurnal.
Contributor roles recognized in accordance with the NISO Z39.104 international standard.
The research data supporting the findings of this study are available from the corresponding author upon reasonable request or deposited in institutional repositories.
The authors declare that they have no known competing financial interests or personal relationships that could have appeared to influence the work reported in this paper. This journal adheres to the COPE (Committee on Publication Ethics) Code of Conduct.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).