Memuat jurnal…
Memuat jurnal…
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi kaidah sambung-putus huruf hijaiyyah terhadap pemahaman isim dhamir dalam teks berbahasa Arab. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami ortografi Arab, di mana perubahan bentuk huruf pada posisi awal, tengah, atau akhir kata memiliki implikasi langsung terhadap identifikasi dhamir muttashil. Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik dokumentasi dan analisis isi. Sumber data berupa teks Al-Qur’an, hadis, serta literatur nahwu dan sharf klasik maupun kontemporer yang memuat penggunaan isim dhamir. Analisis difokuskan pada bagaimana kaidah sambung-putus huruf memengaruhi keterbacaan dan pemaknaan dhamir dalam struktur kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah sambung-putus huruf hijaiyyah memiliki peran signifikan dalam memperjelas keberadaan dan fungsi dhamir, baik sebagai subjek, objek, maupun penanda kepemilikan. Perbedaan bentuk sambungan huruf dapat menentukan makna kalimat secara substantif, sebagaimana terlihat pada variasi dhamir -هُ, -هَا, -كُمْ, atau -نَا. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pemahaman ortografi tidak dapat dipisahkan dari tata bahasa nahwu, karena keduanya saling melengkapi dalam menjelaskan struktur sintaksis dan semantis teks Arab. Temuan ini mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya dengan menegaskan peran integratif ortografi dan gramatika dalam pembelajaran bahasa Arab. Oleh karena itu, kaidah sambung-putus huruf tidak hanya penting dari aspek estetika penulisan, tetapi juga fundamental dalam mendukung akurasi pemahaman isim dhamir.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi kaidah sambung-putus huruf hijaiyyah terhadap pemahaman isim dhamir dalam teks berbahasa Arab. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami ortografi Arab, di mana perubahan bentuk huruf pada posisi awal, tengah, atau akhir kata memiliki implikasi langsung terhadap identifikasi dhamir muttashil. Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik dokumentasi dan analisis isi. Sumber data berupa teks Al-Qur’an, hadis, serta literatur nahwu dan sharf klasik maupun kontemporer yang memuat penggunaan isim dhamir. Analisis difokuskan pada bagaimana kaidah sambung-putus huruf memengaruhi keterbacaan dan pemaknaan dhamir dalam struktur kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah sambung-putus huruf hijaiyyah memiliki peran signifikan dalam memperjelas keberadaan dan fungsi dhamir, baik sebagai subjek, objek, maupun penanda kepemilikan. Perbedaan bentuk sambungan huruf dapat menentukan makna kalimat secara substantif, sebagaimana terlihat pada variasi dhamir -هُ, -هَا, -كُمْ, atau -نَا. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pemahaman ortografi tidak dapat dipisahkan dari tata bahasa nahwu, karena keduanya saling melengkapi dalam menjelaskan struktur sintaksis dan semantis teks Arab. Temuan ini mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya dengan menegaskan peran integratif ortografi dan gramatika dalam pembelajaran bahasa Arab. Oleh karena itu, kaidah sambung-putus huruf tidak hanya penting dari aspek estetika penulisan, tetapi juga fundamental dalam mendukung akurasi pemahaman isim dhamir.
Teks lengkap tersedia melalui galley PDF apabila diterbitkan oleh jurnal.
Contributor roles recognized in accordance with the NISO Z39.104 international standard.
The research data supporting the findings of this study are available from the corresponding author upon reasonable request or deposited in institutional repositories.
The authors declare that they have no known competing financial interests or personal relationships that could have appeared to influence the work reported in this paper. This journal adheres to the COPE (Committee on Publication Ethics) Code of Conduct.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).