Memuat jurnal…
Memuat jurnal…
Dakwah merupakan ciri khas dari umat muslim. Ada berbagai cara dalam penyampaian dakwah tersebut, salah satunya yaitu dengan dakwah digital, dakwah ini dipilih menjadi salah satu solusi dalam penyampaian agama Islam salah satu yang perlu ditingkatkan adalah pemahaman tentang moderasi beragama. Hal ini telah memberikan perspektif baru dalam dunia dakwah. Dengan dakwah digital ini dapat memberikan kemudahan dalam menyebarkan agama Islam. Namun, dibalik kemudahan-kemudahan yang ditawarkan ternyata terdapat kesulitan-kesulitan dan tantangan yang harus dihadapi. Untuk itu dibutuhkan pemahaman tentang moderasi beragama dalam berdakwah dengan menggunakan metode digital. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji seberapa besar dampak dakwah digital dalam meningkatkan pemahaman moderasi dalam beragama di kalangan Risma Masjid As Salam Bandar Lampung. Tahapan Metode pelaksanaan; 1). melakukan kegiatan wawancara terhadap pengurus risma masjid untuk menemukan permasalahan. 2). koordinasi dengan ta’mir masjid untuk izin melakasanakan kegiatan, dan menentukan jadwal dan peserta. 3). Pelaksanaan kegiatan pelatihan tentang peguatan nilai moderasi beragama dengan menggunakan dakwah digital 4). Evaluasi pelaksanaan kegiatan dengan diajukan pertanyaan seputar nilai moderasi beragama bagi peserta, kemudian dibuka dengan sesi diskusi dan kesimpulan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa Keakraban generasi muda dengan media social sangat mudah membuka peluang besar bagi para pendakwah khususnya dari kalangan pemuda dalam menyebarkan konten dakwah secara digital. Hal ini sangat mendukung dalam menyampaikan moderasi beragama untuk mencegah konflik dalam kehidupan masyarakat yang multikultural. Kata kunci: Dakwah Digital, Moderasi Beragama, Remaja Masjid
Dakwah merupakan ciri khas dari umat muslim. Ada berbagai cara dalam penyampaian dakwah tersebut, salah satunya yaitu dengan dakwah digital, dakwah ini dipilih menjadi salah satu solusi dalam penyampaian agama Islam salah satu yang perlu ditingkatkan adalah pemahaman tentang moderasi beragama. Hal ini telah memberikan perspektif baru dalam dunia dakwah. Dengan dakwah digital ini dapat memberikan kemudahan dalam menyebarkan agama Islam. Namun, dibalik kemudahan-kemudahan yang ditawarkan ternyata terdapat kesulitan-kesulitan dan tantangan yang harus dihadapi. Untuk itu dibutuhkan pemahaman tentang moderasi beragama dalam berdakwah dengan menggunakan metode digital. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji seberapa besar dampak dakwah digital dalam meningkatkan pemahaman moderasi dalam beragama di kalangan Risma Masjid As Salam Bandar Lampung. Tahapan Metode pelaksanaan; 1). melakukan kegiatan wawancara terhadap pengurus risma masjid untuk menemukan permasalahan. 2). koordinasi dengan ta’mir masjid untuk izin melakasanakan kegiatan, dan menentukan jadwal dan peserta. 3). Pelaksanaan kegiatan pelatihan tentang peguatan nilai moderasi beragama dengan menggunakan dakwah digital 4). Evaluasi pelaksanaan kegiatan dengan diajukan pertanyaan seputar nilai moderasi beragama bagi peserta, kemudian dibuka dengan sesi diskusi dan kesimpulan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa Keakraban generasi muda dengan media social sangat mudah membuka peluang besar bagi para pendakwah khususnya dari kalangan pemuda dalam menyebarkan konten dakwah secara digital. Hal ini sangat mendukung dalam menyampaikan moderasi beragama untuk mencegah konflik dalam kehidupan masyarakat yang multikultural. Kata kunci: Dakwah Digital, Moderasi Beragama, Remaja Masjid
Teks lengkap tersedia melalui galley PDF apabila diterbitkan oleh jurnal.
Contributor roles recognized in accordance with the NISO Z39.104 international standard.
The research data supporting the findings of this study are available from the corresponding author upon reasonable request or deposited in institutional repositories.
The authors declare that they have no known competing financial interests or personal relationships that could have appeared to influence the work reported in this paper. This journal adheres to the COPE (Committee on Publication Ethics) Code of Conduct.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Indonesia
Bangladesh
South Korea