Memuat jurnal…
Memuat jurnal…
Akhlak merupakan salah satu pilar utama kehidupan masyarakat. Suatu bangsa menjadi kokoh apabila di topang dengan akhlak yang kokoh, dan sebaliknya, suatu bangsa akan runtuh ketika masyarakatnya memiliki akhlak yang rusak. Dalam kehidupan sehari-hari manusia senantiasa melakukan berbagai aktivitas dan perbuatan yang merupakan perwujudan dari pola pikir manusia itu sendiri. Tindakan manusia tersebut ada yang bersifat positif dan negatif. Sifat positif tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk akhlakul karimah (sifat-sifat terpuji) dan sifat negatif berupa akhlakul mazmumah (sifat-sifat tercela). Salah satu hal yang dapat dijadikan sebagai pendukung seseorang agar memiliki akhlakul karimah yaitu dengan pemahaman tentang moderasi beragama. Pemahaman tentang moderasi beragama dapat membantu seseorang dalam berinteraksi sosial dengan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan akhlakul karimah dengan pemahaman tentang moderasi beragama dipondok pesantren Al-Firdaus Bandar Lampung. Tahapan Metode pelaksanaan; 1). melakukan kegiatan wawancara terhadap pengurus pondok pesantren Al-Firdaus untuk menemukan permasalahan. 2). koordinasi dengan Pimpinan pondok pesantren untuk izin melakasanakan kegiatan, dan menentukan jadwal dan peserta. 3). Pelaksanaan kegiatan pelatihan tentang peningkatan akhlakul karimah dengan pemahaman moderasi beragama 4). Evaluasi pelaksanaan kegiatan dengan diajukan pertanyaan seputar nilai moderasi beragama bagi peserta, kemudian dibuka dengan sesi diskusi dan kesimpulan. Hasil kegiatan ini menunjukkan pemahaman tentang moderasi beragama sangat membantu untuk menumbuhkan akhlak yang terpuji bagi santri-santri di ponpes Al-Firdaus. Hal ini sangat mendukung dalam menyampaikan moderasi beragama untuk mencegah konflik dalam kehidupan masyarakat yang beraneka ragam. Kata kunci: Akhlakul Karimah, Moderasi Beragama, Pesantren
Akhlak merupakan salah satu pilar utama kehidupan masyarakat. Suatu bangsa menjadi kokoh apabila di topang dengan akhlak yang kokoh, dan sebaliknya, suatu bangsa akan runtuh ketika masyarakatnya memiliki akhlak yang rusak. Dalam kehidupan sehari-hari manusia senantiasa melakukan berbagai aktivitas dan perbuatan yang merupakan perwujudan dari pola pikir manusia itu sendiri. Tindakan manusia tersebut ada yang bersifat positif dan negatif. Sifat positif tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk akhlakul karimah (sifat-sifat terpuji) dan sifat negatif berupa akhlakul mazmumah (sifat-sifat tercela). Salah satu hal yang dapat dijadikan sebagai pendukung seseorang agar memiliki akhlakul karimah yaitu dengan pemahaman tentang moderasi beragama. Pemahaman tentang moderasi beragama dapat membantu seseorang dalam berinteraksi sosial dengan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan akhlakul karimah dengan pemahaman tentang moderasi beragama dipondok pesantren Al-Firdaus Bandar Lampung. Tahapan Metode pelaksanaan; 1). melakukan kegiatan wawancara terhadap pengurus pondok pesantren Al-Firdaus untuk menemukan permasalahan. 2). koordinasi dengan Pimpinan pondok pesantren untuk izin melakasanakan kegiatan, dan menentukan jadwal dan peserta. 3). Pelaksanaan kegiatan pelatihan tentang peningkatan akhlakul karimah dengan pemahaman moderasi beragama 4). Evaluasi pelaksanaan kegiatan dengan diajukan pertanyaan seputar nilai moderasi beragama bagi peserta, kemudian dibuka dengan sesi diskusi dan kesimpulan. Hasil kegiatan ini menunjukkan pemahaman tentang moderasi beragama sangat membantu untuk menumbuhkan akhlak yang terpuji bagi santri-santri di ponpes Al-Firdaus. Hal ini sangat mendukung dalam menyampaikan moderasi beragama untuk mencegah konflik dalam kehidupan masyarakat yang beraneka ragam. Kata kunci: Akhlakul Karimah, Moderasi Beragama, Pesantren
Teks lengkap tersedia melalui galley PDF apabila diterbitkan oleh jurnal.
Contributor roles recognized in accordance with the NISO Z39.104 international standard.
The research data supporting the findings of this study are available from the corresponding author upon reasonable request or deposited in institutional repositories.
The authors declare that they have no known competing financial interests or personal relationships that could have appeared to influence the work reported in this paper. This journal adheres to the COPE (Committee on Publication Ethics) Code of Conduct.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).