Memuat jurnal…
Memuat jurnal…
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an santri Pondok Pesantren Muhammad Natsir Jati Agung, Lampung Selatan, melalui pendampingan intensif berbasis metode talaqqi dan muraja’ah. Mengacu pada pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan dilaksanakan selama tiga minggu dengan melibatkan santri, ustadz, dan pengasuh pesantren pada seluruh tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan program meliputi observasi kemampuan awal, penyusunan modul tahsin, pendampingan setoran hafalan (talaqqi), pengulangan hafalan terjadwal (muraja’ah), evaluasi mingguan, dan refleksi tindak lanjut. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan ketepatan tajwid, makhraj, dan kelancaran hafalan, disertai tumbuhnya disiplin, motivasi spiritual, dan rasa kepemilikan santri terhadap proses belajar. Kendala utama berupa perbedaan kemampuan santri dan keterbatasan waktu diatasi melalui bimbingan individual, mentoring santri senior-junior, serta dukungan orang tua. Program ini menegaskan efektivitas kombinasi talaqqi dan muraja’ah sebagai metode pembinaan tahfizh yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat karakter dan spiritualitas generasi Qur’ani di era digital.
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an santri Pondok Pesantren Muhammad Natsir Jati Agung, Lampung Selatan, melalui pendampingan intensif berbasis metode talaqqi dan muraja’ah. Mengacu pada pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan dilaksanakan selama tiga minggu dengan melibatkan santri, ustadz, dan pengasuh pesantren pada seluruh tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan program meliputi observasi kemampuan awal, penyusunan modul tahsin, pendampingan setoran hafalan (talaqqi), pengulangan hafalan terjadwal (muraja’ah), evaluasi mingguan, dan refleksi tindak lanjut. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan ketepatan tajwid, makhraj, dan kelancaran hafalan, disertai tumbuhnya disiplin, motivasi spiritual, dan rasa kepemilikan santri terhadap proses belajar. Kendala utama berupa perbedaan kemampuan santri dan keterbatasan waktu diatasi melalui bimbingan individual, mentoring santri senior-junior, serta dukungan orang tua. Program ini menegaskan efektivitas kombinasi talaqqi dan muraja’ah sebagai metode pembinaan tahfizh yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat karakter dan spiritualitas generasi Qur’ani di era digital.
Teks lengkap tersedia melalui galley PDF apabila diterbitkan oleh jurnal.
Contributor roles recognized in accordance with the NISO Z39.104 international standard.
The research data supporting the findings of this study are available from the corresponding author upon reasonable request or deposited in institutional repositories.
The authors declare that they have no known competing financial interests or personal relationships that could have appeared to influence the work reported in this paper. This journal adheres to the COPE (Committee on Publication Ethics) Code of Conduct.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).