Peran Guru Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Kelas VIII di SMP Qur’an Darul Fattah Bandar Lampung
Abstract
Pendidikan karakter religius pada siswa kelas VIII yang berada pada masa transisi pubertas menghadapi tantangan luar biasa di tengah arus disrupsi digital yang masif pada Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), strategi internalisasi nilai religius, serta faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter religius siswa di SMP Qur’an Darul Fattah Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan pasif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumentasi, dengan informan utama Guru PAI kelas VIII, Kepala Sekolah, dan perwakilan siswa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, serta pengecekan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru PAI mengaktualisasikan sembilan fungsi operasional yang menyeimbangkan peran sebagai mu’allim (pengajar materi) dan murobbi/muaddib (pembimbing spiritual dan teladan); (2) Strategi internalisasi dilakukan melalui tiga pilar utama: pembiasaan ibadah terstruktur, pendekatan humanis-persuasif prinsip taysir, dan pemantauan rutin melalui buku mutaba’ah yaumiyah; (3) Faktor pendukung meliputi lingkungan keagamaan sekolah yang kuat dan integrasi kurikulum nasional dengan program tahfiz, sedangkan penghambat utama adalah dampak negatif media sosial, ketidaksinkronan pola asuh di rumah, serta keterbatasan jam pelajaran formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keteladanan dan konsistensi pendekatan guru menjadi kunci keberhasilan pembentukan karakter religius, namun memerlukan sinergi erat antara sekolah dan keluarga.
Full Text
How to Cite
APA Style (7th ed.)