Memuat jurnal…
Memuat jurnal…
Penelitian ini bertujuan menelaah strategi pencegahan perundungan antar siswa di SMP IT Al Banna melalui penerapan kaidah fikih lā ḍarara wa lā ḍirār, yakni prinsip yang melarang menimbulkan maupun membalas kemudaratan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan desain studi kasus, memanfaatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Hasil analisis mengungkap tiga strategi utama: (1) internalisasi nilai‐nilai Islam yang menekankan kasih sayang, empati, dan keadilan dalam proses pembelajaran serta program pembinaan karakter; (2) penegakan peraturan sekolah yang tegas namun edukatif terhadap tindakan perundungan; dan (3) penguatan peran guru sebagai teladan moral (uswah ḥasanah) sekaligus mediator dalam penyelesaian konflik siswa. Penerapan ketiga strategi tersebut efektif menciptakan atmosfer sekolah yang aman, kondusif, dan harmonis, sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa untuk menghindari segala bentuk kemudaratan fisik, verbal, maupun psikologis. Dengan demikian, kaidah lā ḍarara wa lā ḍirār terbukti relevan sebagai landasan etis dan normatif bagi program pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan Islam.
Penelitian ini bertujuan menelaah strategi pencegahan perundungan antar siswa di SMP IT Al Banna melalui penerapan kaidah fikih lā ḍarara wa lā ḍirār, yakni prinsip yang melarang menimbulkan maupun membalas kemudaratan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan desain studi kasus, memanfaatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Hasil analisis mengungkap tiga strategi utama: (1) internalisasi nilai‐nilai Islam yang menekankan kasih sayang, empati, dan keadilan dalam proses pembelajaran serta program pembinaan karakter; (2) penegakan peraturan sekolah yang tegas namun edukatif terhadap tindakan perundungan; dan (3) penguatan peran guru sebagai teladan moral (uswah ḥasanah) sekaligus mediator dalam penyelesaian konflik siswa. Penerapan ketiga strategi tersebut efektif menciptakan atmosfer sekolah yang aman, kondusif, dan harmonis, sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa untuk menghindari segala bentuk kemudaratan fisik, verbal, maupun psikologis. Dengan demikian, kaidah lā ḍarara wa lā ḍirār terbukti relevan sebagai landasan etis dan normatif bagi program pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan Islam.
Teks lengkap tersedia melalui galley PDF apabila diterbitkan oleh jurnal.
Contributor roles recognized in accordance with the NISO Z39.104 international standard.
The research data supporting the findings of this study are available from the corresponding author upon reasonable request or deposited in institutional repositories.
The authors declare that they have no known competing financial interests or personal relationships that could have appeared to influence the work reported in this paper. This journal adheres to the COPE (Committee on Publication Ethics) Code of Conduct.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).