Memuat jurnal…
Memuat jurnal…
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur penafsiran yang digunakan Al-Zamakhsharī dalam Tafsīr al-Kashshāf pada Surah al-Ikhlāṣ (112). Kajian ini penting karena al-Kashshāf merupakan salah satu karya tafsir klasik yang memiliki pengaruh besar dalam tradisi penafsiran Al-Quran, terutama dalam aspek kebahasaan, retorika, dan analisis sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan studi naskah. Sumber utama penelitian adalah Tafsīr al-Kashshāf, sedangkan berbagai literatur terkait digunakan sebagai sumber pendukung. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi urutan, unsur-unsur, serta karakteristik metodologis penafsiran yang digunakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Zamakhsharī menyusun penafsirannya melalui kerangka yang sistematis dan terstruktur. Penafsiran diawali dengan penyajian informasi dasar surah, seperti status Makkiyah atau Madaniyah, jumlah ayat, dan urutan turunnya surah. Selanjutnya, penafsiran ayat dikembangkan melalui integrasi analisis kebahasaan, pembahasan irāb, penjelasan leksikal, kajian balāghah, serta penyelesaian berbagai persoalan sintaksis. Selain itu, Al-Zamakhsharī juga memasukkan riwayat asbāb al-nuzūl, variasi qirāāt, dan aspek fonologis sebagai bagian dari penjelasannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur penafsiran dalam al-Kashshāf mencerminkan metode yang komprehensif, koheren, dan ilmiah dengan penekanan kuat pada ketelitian linguistik serta penyajian yang ringkas dan sistematis dalam menjelaskan makna ayat-ayat Al-Quran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur penafsiran yang digunakan Al-Zamakhsharī dalam Tafsīr al-Kashshāf pada Surah al-Ikhlāṣ (112). Kajian ini penting karena al-Kashshāf merupakan salah satu karya tafsir klasik yang memiliki pengaruh besar dalam tradisi penafsiran Al-Quran, terutama dalam aspek kebahasaan, retorika, dan analisis sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan studi naskah. Sumber utama penelitian adalah Tafsīr al-Kashshāf, sedangkan berbagai literatur terkait digunakan sebagai sumber pendukung. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi urutan, unsur-unsur, serta karakteristik metodologis penafsiran yang digunakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Zamakhsharī menyusun penafsirannya melalui kerangka yang sistematis dan terstruktur. Penafsiran diawali dengan penyajian informasi dasar surah, seperti status Makkiyah atau Madaniyah, jumlah ayat, dan urutan turunnya surah. Selanjutnya, penafsiran ayat dikembangkan melalui integrasi analisis kebahasaan, pembahasan irāb, penjelasan leksikal, kajian balāghah, serta penyelesaian berbagai persoalan sintaksis. Selain itu, Al-Zamakhsharī juga memasukkan riwayat asbāb al-nuzūl, variasi qirāāt, dan aspek fonologis sebagai bagian dari penjelasannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur penafsiran dalam al-Kashshāf mencerminkan metode yang komprehensif, koheren, dan ilmiah dengan penekanan kuat pada ketelitian linguistik serta penyajian yang ringkas dan sistematis dalam menjelaskan makna ayat-ayat Al-Quran.
Teks lengkap tersedia melalui galley PDF apabila diterbitkan oleh jurnal.
Contributor roles recognized in accordance with the NISO Z39.104 international standard.
The research data supporting the findings of this study are available from the corresponding author upon reasonable request or deposited in institutional repositories.
The authors declare that they have no known competing financial interests or personal relationships that could have appeared to influence the work reported in this paper. This journal adheres to the COPE (Committee on Publication Ethics) Code of Conduct.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).