Hendri Jaya, Musdalifa, Uswatun Hasanah, Nurkholis Nurkholis
Contributors from:
Indonesia
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an santri Pondok Pesantren Muhammad Natsir Jati Agung, Lampung Selatan, melalui pendampingan intensif berbasis metode talaqqi dan muraja’ah. Mengacu pada pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan dilaksanakan selama tiga minggu dengan melibatkan santri, ustadz, dan pengasuh pesantren pada seluruh tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan program meliputi observasi kemampuan awal, penyusunan modul tahsin, pendampingan setoran hafalan (talaqqi), pengulangan hafalan terjadwal (muraja’ah), evaluasi mingguan, dan refleksi tindak lanjut. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan ketepatan tajwid, makhraj, dan kelancaran hafalan, disertai tumbuhnya disiplin, motivasi spiritual, dan rasa kepemilikan santri terhadap proses belajar. Kendala utama berupa perbedaan kemampuan santri dan keterbatasan waktu diatasi melalui bimbingan individual, mentoring santri senior-junior, serta dukungan orang tua. Program ini menegaskan efektivitas kombinasi talaqqi dan muraja’ah sebagai metode pembinaan tahfizh yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat karakter dan spiritualitas generasi Qur’ani di era digital.
Dinda Aulia Adriyanti, Teguh Yunianto, Firman Rudiansyah
Contributors from:
Indonesia
Perbedaan mazhab dalam fiqih Islam seringkali menjadi sumber kesalahpahaman dan sikap eksklusif di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan. Artikel Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menanamkan nilai toleransi terhadap perbedaan mazhab fiqih melalui Program Parenting Islami bagi wali murid SD IT Al Banna. Metode yang digunakan meliputi pendekatan edukatif-partisipatif dalam bentuk seminar dan workshop interaktif yang memadukan penyampaian materi, diskusi, studi kasus, serta refleksi pribadi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman wali murid terhadap prinsip ikhtilāf dan nilai moderasi dalam Islam, yang tercermin dalam perubahan sikap lebih terbuka dan inklusif. Wali murid juga berkomitmen menerapkan nilai toleransi dalam lingkungan keluarga melalui dokumen komitmen keluarga toleran. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam membentuk budaya pendidikan yang ramah perbedaan dan berlandaskan ukhuwah Islamiyah. Rekomendasi lanjutan berupa penyusunan modul Parenting Islami dan pengembangan forum rutin diharapkan dapat memperluas dan melestarikan dampak program secara berkelanjutan.
Firda Fadilla Ridwan, Rani Eka Ashari, Masyitoh, Intan Permatasari, Diva Yayang Trisilia, Asif Abdullah, Munawaroh Munawaroh
Contributors from:
Indonesia
This community service activity aims to improve teachers' ability to develop students' literacy skills through the application of engaging and Islamic-based learning methods. The background to this activity is the limited variety of learning methods used by teachers, particularly in fostering students' interest in reading and writing to be more creative and imaginative, as well as the need for an approach that can instill Islamic moral values contextually. The activity's implementation method is carried out through four main stages: (1) preparation and coordination with the madrasah, (2) delivery of theoretical material on the concept and implementation of the Islamic storytelling method, (3) practical application of the method in Islamic storytelling activities, and (4) evaluation of training results. The activity participants consisted of 20 MI Diniyyah Putri teachers who actively participated in the three-day activity. The results of the activity showed that the teachers gained increased knowledge and skills in applying the Islamic storytelling method as a means to enhance students' creativity and imagination. In addition, teachers were also able to develop creative ideas in designing more interactive and meaningful learning. Through this activity, it is hoped that students' creativity will increase along with the strengthening of Islamic character values in learning at the madrasah.
Fadhilla Az Zahro, Doni Sastrawan, kasmudi
Contributors from:
Indonesia
Bahasa arab ialah bahasa internasional serta merupakan bahasa yang harus di aplikasikan oleh siswa maupun santri dibeberapa Madrasah ataupun pesantren di Indonesia. Pendidikan bahasa arab fokus pada keahlian siswa dalam mendengar, berdialog, membaca serta menulis siswa. Sampai saat ini Bahasa Arab masih diakui sebagai mata pelajaran yang sulit dimengerti bahkan ditatap sebelah mata dan tidak disukai oleh siswa secara umum. Penyebab utama dari kondisi ini diantaranya adalah guru belum mampu secara efektif menciptakan strategi ataupun tata cara yang pas buat digunakan dalam aktivitas belajar pendidikan. Dampaknya timbul dari diri tiap siswa rasa malas, bosan, kurang mencermati serta menyusutnya atensi ataupun motivasi belajar dalam menjajaki proses pendidikan. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa semangat mereka dalam mengikuti proses pembelajaran bahasa arab masih kurang. Selain itu, mereka belum memiliki kemampuan yang baik dalam menghafal kosa kata. Mereka terlihat masih kesulitan dalam menyusun kata menjadi sebuah kalimat. Hal ini diketahui saat kami meminta mereka untuk menyebutkan kosakata (mufradat) yang berkaitan dengan benda-benda di ruangan kelas, mereka belum mampu menjawab dengan baik. Selain itu, kemampuan mereka dalam mendengarkan dan memahami teks bahasa arab juga lemah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu anak-anak dalam mengenal kosakata, meningkatkan kemampuan dan pemahaman anak dalam menyusun kalimat dari kosa kata yang dihafal melalui media tiktok. Sumber belajar disiapkan oleh tim dengan tujuan untuk mempermudah pengenalan dan pemahaman kosakata kepada siswa kelas VI MIS Darul Huffazh Bernung Gedong Tataaan Pesawaran. Setelah kami mengadakan kegiatan pengabdian dalam bentuk pembelajaran bahasa arab dengan mengenalkan beberapa sumber pembelajaran maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa. Kemampuan mereka dalam mengenal dan memahami kosa kata semakin baik.
Lala Suryana, Ahmad Hadi Setiawan, Akhmad khoiri
Contributors from:
Indonesia
This community service activity aims to improve teacher competency in optimizing Arabic memorization and literacy learning through the application of more varied, effective methods that are appropriate to the characteristics of Islamic boarding schools. The problem is the limited use of innovative teaching methods in the process of memorizing the Qur'an and learning Arabic, so that students' motivation to understand vocabulary, language structure, and maintain the quality of memorization has not developed optimally. The implementation of the activity was carried out through four main stages, namely: (1) the preparation and coordination stage with the Islamic boarding school, (2) the delivery of theoretical material on the tahfidz method and Arabic literacy learning strategies, (3) direct practice of applying the method in training sessions with teachers and students, and (4) evaluation to assess the effectiveness of the training. The results of the activity showed an increase in teacher knowledge and skills in applying tahfidz techniques and Arabic literacy strategies that are more creative and interactive. In addition, teachers were able to develop a more interesting and meaningful learning approach for students. Through this activity, it is hoped that students' Arabic memorization and literacy skills will improve along with the strengthening of Islamic values in the learning process at Islamic boarding schools.