Cover Background
An Naba
Open Access Journal

An Naba

Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam An Naba merupakan Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam. Terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Pendidikan dan Agama Islam yang berdasarkan pemahaman sains da...

Original title : An Naba
English title : An Naba
Short title : Annaba
Abbreviation : Annaba
Frequency : Berkala
Number of articles per issue : 13 research articles and reviews per issue
DOI : 10.51614
ISSN : 2087-4642 (Printed); 2721-1843 (Online)
Editor-in-Chief : Akhmad Khoiri, M.Pd.
Publisher : IAI Darul Fattah
Citation Analysis : Google Scholar, Garuda, Sinta, PKP Index, Moraref, OneSearch
Subject Area : Education and Islamic Studies
Category : An Naba'
Discipline : Islamic Thought, Islamic Education, Islamic Studies
Contributors from
Indonesia Indonesia

Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam

An Naba merupakan Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam. Terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Pendidikan dan Agama Islam yang berdasarkan pemahaman sains dan Ahlusunnah wal jama'ah yang diterbitkan persemester atau dua kali terbit dalam satu tahun pada bulan Mei dan November.

 

 

An Naba

Mailing Address

IAI Darul Fattah. For correspondence and journal information, please contact the editorial office through the official website or the contact page.

Latest Issue

Vol 8 No 2 (2025)

Published: 26 November 2025

Pengaruh Living Qur’an Terhadap Proses Pemerolehan Bahasa Kedua (Bahasa Arab) Pada Anak Usia Dini

Naela Alfa Ruhama Nael
Contributors from: Indonesia Indonesia
Living Quran as a method that influences the process of second language acquisition in early childhood. This research is a case study research that occurred at the Tahfidhul Quran Al-hikmah Purwoasri Islamic boarding school, which aims to prove that the concept really has an influence on the process of second language acquisition. The researcher used a descriptive qualitative method with a case study approach. Data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study showed that children acquired new vocabulary and unconsciously remembered closely about the form of Arabic sentences that were in accordance with Arabic language rules through the verses of the Quran that were often heard, read, and a small part was memorized. In addition to sentence patterns, the process of second language acquisition also goes through the instillation of moral values ​​contained in the verses of the Quran about everyday life that are often heard by children. Unconsciously, in these activities, language transfer and language acquisition have occurred in children of early age. Of course, the application of the living Qur'an method has an impact on the process of acquiring a second language in early childhood. 

Kajian Psiko-Sosiolingustik: Pemerolehan Bahasa Arab Sebagai Bahasa Kedua Di Lembaga Pesantren

Safitri Mugindari, Assyifa Qori Lhegina
Contributors from: Indonesia Indonesia
Eksistensi penggunaan bahasa arab pada lembaga pendidikan di Indonesia semakin hari semakin menunjukkan peningkatan dan perkembangan yang pesat, terutama di lingkungan pesantren. Beragam latar belakang pesantren yang berbeda-beda rupanya justru melahirkan banyaknya metode pembelajaran bahasa arab yang baru dan lebih inovatif. Pemerolehan bahasa arab sebagai bahasa kedua dapat dikatakan kompleks, sulit dan menantang bagi masyarakat Indonesia yang bukan penutur asli. Meski demikian, saat ini banyak sekali pesantren yang menerapkan bahasa arab sebagai bahasa yang wajib digunakan dalam sehari-hari dan menjadikan bahasa arab sebagai bahasa kedua. Hal inilah yang kemudian melatar belakangi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor internal maupun eksternal secara psikolinguitik dan sosiolinguitik pada pemerolehan bahasa kedua, serta peran pesantren dalam menunjang pengembangan kemampuan peserta didik dalam penguasaan bahasa kedua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dan menyajikan data penelitian dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa arab sebagai bahasa kedua meliputi motivasi, aspek bahasa (seperti interferensi bahasa pertama dan transfer linguistik), lingkungan sosial (termasuk keluarga, pendidikan, dan lingkungan berbahasa), peran orang tua, kemampuan individu, dan usia. Faktor-faktor pendukung tersebut terbukti efektif diterapkan di lembaga pendidikan pesantren modern. Pesantren dianggap sebagai lingkungan pendidikan yang optimal dan ideal dalam menciptakan suasana berbahasa. Dengan berbagai upaya dan model pembelajaran yang bervariasi, sehingga mempermudah peserta didik dalam mempelajari dan menguasai bahasa Arab sebagai bahasa kedua

Strategi Pembelajaran Fiqh Berbasis Teknologi dalam Meningkatkan Hasil Belajar di SQ Abu Bakar As Shidiq Bandar Lampung

Sabanul Yamin, Atika Nur Hidayati, Firdaus Rosman, Kholid Musadad, Abdurrobbi El Sayyaf, Mochammad Za'far Al-fiqri
Contributors from: Indonesia Indonesia
Technology-based learning strategies offer innovative solutions to improve students' achievement in fiqh subjects in the digital era. This study aims to describe the implementation of technology-based fiqh learning strategies and to analyze their impact on students' learning outcomes at SQ Abu Bakar As Shidiq Bandar Lampung. The research employed a qualitative approach, with data collected through observation, interviews, documentation, and learning outcome tests. The findings reveal that the integration of technology, such as interactive learning applications, e-learning platforms, and audiovisual media, significantly enhances students’ learning motivation, clarifies fiqh concepts, and accelerates understanding. Furthermore, student engagement in learning activities becomes more active and collaborative. This strategy also supports the realization of more effective, efficient, and contextually relevant learning. These results indicate that integrating technology into fiqh education is a strategic step that should continue to be developed to improve the quality of Islamic education at the elementary school level.

Inovasi Teknologi dan Penerapan Total Quality Management (TQM) Untuk Peningkatan Mutu Berbasis Kepuasan Stakeholder: Studi pada MAS Al-Muslimun Lhoksukon

Irma Yana, Agus Salim Salabi
Contributors from: Indonesia Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana inovasi teknologi dan penerapan Total Quality Management (TQM) dapat meningkatkan mutu pendidikan serta kepuasan stakeholder di MAS Al-Muslimun Lhoksukon. Studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian meliputi: (1) Pemanfaatan teknologi seperti platform digital dan media pembelajaran interaktif, (2) Penerapan prinsip-prinsip TQM dalam manajemen sekolah, serta (3) Respons stakeholder terhadap perubahan sistem layanan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknologi diterapkan melalui kelas digital, pemanfaatan platform pembelajaran seperti Jelajah Ilmu, serta digitalisasi administrasi sekolah. Hal ini mendorong proses pembelajaran menjadi lebih efektif, menarik, dan efisien. Di sisi lain, penerapan TQM dilakukan melalui pendekatan siklus PDCA, Audit Mutu Internal (AMI), dan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang mendorong keterlibatan seluruh elemen sekolah dalam peningkatan mutu secara berkelanjutan. Evaluasi kepuasan stakeholder dilakukan secara berkala dan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan program kerja madrasah. Secara teoretis, temuan penelitian ini memperkuat konsep TQM yang dikembangkan oleh Deming dalam konteks pendidikan Islam, serta memperlihatkan keterkaitan erat antara prinsip manajemen modern dan nilai-nilai Islam seperti amanah, musyawarah, dan ihsan. Implikasi penelitian ini merekomendasikan model manajemen berbasis teknologi yang terintegrasi dengan prinsip spiritual dan partisipatif untuk diterapkan di lembaga pendidikan Islam lainnya.

Metode Resitasi Dalam Pembelajaran SD/MI

eka febri suryani eka, Hanif Amrulloh Za
Contributors from: Indonesia Indonesia
This study aims to examine the effectiveness of the recitation method in improving mathematics learning outcomes for students in elementary schools (SD) and Islamic elementary schools (MI). Using a literature review approach, this study analyzes various relevant theories and scientific findings to understand the benefits, challenges, and strategies for implementing the recitation method in learning. The results indicate that the recitation method can encourage students' independent learning, responsibility, and critical and creative thinking skills. This method also strengthens material understanding and supports active, student-driven learning. However, several obstacles hinder its implementation, such as differences in student abilities, low motivation, limited learning resources at home, and lack of teacher supervision. Therefore, the success of this method depends heavily on careful planning, adapting assignments to student characteristics, and the involvement of teachers and parents in supporting the learning process. This study recommends the development of more innovative and adaptive learning strategies to optimize the implementation of the recitation method in elementary schools. Keywords: Recitation Method, Elementary School; Independent Learning;

Kurikulum PAI Responsif Gender: Peran Mahasiswi PTKI dalam Visi Keluarga Sakinah Berbasis Kemitraan

Fatimah, Imron Rosyadi, Mohamad Zaenal Arifin
Contributors from: Indonesia Indonesia
Penelitian ini mengkaji konflik peran yang dialami mahasiswi Muslimah Indonesia antara aspirasi pendidikan dan karier dengan tuntutan domestik tradisional yang berakar pada fiqh klasik. Kondisi ini menuntut perlunya pengembangan kurikulum PAI yang responsif gender untuk membangun kesadaran kesetaraan dan kemitraan dalam keluarga Muslim. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Sumber data primer berupa Al-Qur'an yang menjadi rujukan utama dalam mendefinisikan esensi sakinah dan prinsip-prinsip relasi kemanusiaan. Sementara sumber data sekunder diperoleh dari kitab fiqh klasik, karya-karya tafsir dan pemikiran dari cendekiawan Muslim kontemporer yang relevan, serta jurnal ilmiah. Data-data penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan deskriptif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan keluarga sakinah lebih ditentukan oleh relasi kemitraan yang adil dan setara daripada kepatuhan hierarkis. Paradigma fiqh kemitraan (mubadalah) lebih sesuai dengan nilai egaliter Al-Qur’an dan relevan bagi relasi suami istri dalam keluarga modern. Kesimpulan penelitian, ketegangan peran intelektual mahasiswi dapat diatasi dengan mentransformasi model kurikulum PAI yang responsif gender melalui pengajaran fiqh kemitraan, literasi kritis terhadap teks klasik, studi kasus kontemporer, dan keterampilan praktis membangun keluarga sakinah. Transformasi kurikulum tersebut perlu diiringi dengan metode pengajaran yang inovatif, partisipatif, dan reflektif agar mampu menumbuhkan kesadaran kritis dan kompetensi sosial-religius bagi mahasiswi.

Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru dan Latar Belakang Siswa terhadap Maharah Kitabah: Tinjauan Literatur Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah

Koderi, Joniska, Ahmad bukhari muslim
Contributors from: Indonesia Indonesia
This study aims to examine the influence of teachers’ pedagogical competence and students’ educational backgrounds on Arabic writing skills (maharah al-kitabah) in Madrasah Aliyah through a systematic literature review approach. Arabic is a core subject in Islamic schools, and kitabah is considered one of the most complex language skills to master. However, observations indicate that students’ writing proficiency remains relatively low, which is presumed to be influenced by suboptimal pedagogical competence among teachers and variations in students' educational backgrounds. The literature review was conducted systematically by analyzing national and international journals published between 2020 and 2025, using structured keywords. Thematic synthesis revealed that teachers’ pedagogical competence—particularly in lesson planning, teaching strategies, feedback, and formative assessment—has a significant impact on improving maharah al-kitabah. Moreover, students from MTs (Islamic junior high schools) or pesantren tend to have better initial readiness compared to those from general schools. Nevertheless, adaptive teaching and effective remedial programs can help reduce this gap. Therefore, synergy between teachers’ pedagogical quality and an understanding of students’ educational backgrounds is essential to enhancing Arabic writing skills more evenly across Madrasah Aliyah.

Tinjauan Bentuk dan Faktor Problematika Sosial Peserta Didik serta Upaya Penanggulangannya oleh Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 3 Srengat Blitar

Amalia Rizki Lailatul Khilwa, Farida Nur Azizah, Fatma Amelia, Mar'atus Sholikhah, Imam Junaris
Contributors from: Indonesia Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor problematika sosial yang dialami peserta didik serta menganalisis upaya penanggulangannya oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 3 Srengat Blitar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya problematika sosial berupa perilaku sosial negatif di kalangan peserta didik, seperti rendahnya kedisiplinan, perundungan, serta kurangnya kesadaran terhadap nilai moral dan religius di lingkungan sekolah. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk dan faktor problematika sosial peserta didik serta menganalisis upaya dan solusi guru PAI dalam menanggulangi problematika sosial peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika sosial siswa di sekolah ini meliputi penyimpangan ringan, penyimpangan sedang, hingga penyimpangan berat. Sementara faktor penyebab problematika sosial peserta didik disebabkan oleh faktor keluarga, pergaulan, dan media massa. Upaya guru PAI dalam menangani problematika sosial yang terjadi dengan dilakukan melalui pembinaan keagamaan, kerja sama dengan guru dan pihak eksternal (seperti BNN, Kepolisian, Puskesmas, dan TNI), melaksanakan program rutin keagamaan baik intrakulikuler maupun ekstrakulikuler, serta pemberian sanksi edukatif. Solusi guru PAI dalam menangani problematika sosial peserta didik dengan melakukan beberapa tindakan yang bersifat preventif, represif, dan juga kuratif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peran sentral yang dilakukan guru PAI sangat penting dalam menanggulangi problematika sosial yang terjadi dengan membentuk karakter sosial peserta didik melalui berbagai kolaborasi maupun upaya penanaman nilai-nilai Islam dan keteladanan dalam interaksi sehari-hari.

Profesionalisme Guru PAI dalam Membentuk Religiusitas Siswa : Studi Kasus di Kelas X SMK Swadhipa Natar

Arman Syahyudi, Asep Bambang Susanto
Contributors from: Indonesia Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk religiusitas siswa kelas X di SMK Swadhipa Natar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya peran guru PAI tidak hanya sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi juga sebagai teladan moral dan spiritual dalam menghadapi tantangan era digital yang dapat memengaruhi religiusitas siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru PAI dan siswa kelas X di SMK Swadhipa Natar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SMK Swadhipa Natar, yaitu Bapak Mukhlisin, telah menunjukkan profesionalisme yang baik pada empat aspek kompetensi: (1) Pedagogik, guru mampu menyusun RPP, menggunakan metode variatif, dan mengaitkan materi dengan realitas kehidupan siswa; (2) Profesional, memiliki penguasaan materi yang baik dan aktif dalam kegiatan MGMP, meskipun inovasi digital masih terbatas; (3) Kepribadian, menjadi teladan dalam akhlak, disiplin, dan ibadah; serta (4) Sosial, menjalin komunikasi baik dengan siswa, guru, dan masyarakat. Religiusitas siswa kelas X tergolong cukup baik, terlihat dari pelaksanaan shalat berjamaah, tadarus, serta keterlibatan dalam kegiatan keagamaan sekolah, meskipun masih terdapat perbedaan antara religiusitas di sekolah dan di rumah. Faktor pendukung profesionalisme guru meliputi kompetensi guru, keteladanan, dukungan kepala sekolah, budaya religius sekolah, serta peran keluarga. Adapun faktor penghambatnya mencakup rendahnya motivasi siswa, beban administratif guru, keterbatasan waktu dan sarana, pengaruh media sosial, serta lemahnya dukungan keluarga.

Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Bangun Ruang yang Adaptif dan Berdiferensiasi di SDN 2 Natar Lampung

Annisa Mutiara Kaldi, Pramudiyanti
Contributors from: Indonesia Indonesia
Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi bangun ruang, serta dampaknya terhadap proses dan hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Natar Lampung. Latar belakang penelitian berangkat dari tantangan pembelajaran matematika di sekolah dasar yang masih dihadapkan pada keberagaman kemampuan, gaya belajar, dan kesiapan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain implementasi pembelajaran berbasis proyek, melibatkan 24 siswa melalui kegiatan “Membuat Model Bangun Ruang di Sekitar Kita”. Pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan Problem Based Learning (PBL), integrasi STEM, dan prinsip pembelajaran berdiferensiasi, dengan dukungan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT dan Canva AI sebagai sarana eksplorasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI membantu guru menganalisis kebutuhan belajar siswa secara lebih akurat, menyesuaikan strategi mengajar, dan menerapkan diferensiasi pembelajaran secara efektif. Selain meningkatkan pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir kritis, penggunaan AI juga memperkuat keterampilan kolaborasi, kreativitas, dan rasa percaya diri siswa. Kesimpulannya, pemanfaatan AI memberikan dampak positif terhadap proses maupun hasil belajar, serta menciptakan pembelajaran matematika yang personal, adaptif, dan menyenangkan tanpa menggantikan peran guru sebagai fasilitator utama.

Kesetaraan dalam Pendidikan Islam Multikultural: Rekonstruksi Pemahaman dan Tawaran Solusi Keadilan Gender

Muhammad Ilham Jaya Kesuma, Yuli Yanti, Heny Wulandari, Nilawati Tajudin, Chairul Amriyah
Contributors from: Indonesia Indonesia
Penelitian ini membahas problem kesetaraan gender dalam pendidikan Islam multikultural dengan fokus pada rekonstruksi pemahaman dan tawaran solusi keadilan gender. Ketimpangan yang terjadi dalam dunia pendidikan Islam bukan bersumber dari ajaran Islam itu sendiri, melainkan dari penafsiran keagamaan yang bias, sistem sosial patriarkal, serta kebijakan pendidikan yang belum responsif terhadap prinsip kesetaraan. Islam secara normatif menegaskan hak pendidikan bagi laki-laki dan perempuan melalui prinsip al-‘adl (keadilan) dan al-musawah (kesetaraan), namun implementasi nilai tersebut masih menghadapi hambatan struktural dan kultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yang berfokus pada analisis literatur klasik dan kontemporer tentang relasi antara Islam, pendidikan, dan gender. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk menafsirkan teks dan gagasan keagamaan dalam konteks sosial-budaya yang majemuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem kesetaraan muncul melalui tiga dimensi utama: interpretasi keagamaan yang patriarkal, budaya institusional dalam lembaga pendidikan Islam, serta norma sosial yang mengekalkan peran subordinat perempuan. Kajian ini menawarkan rekonstruksi pendidikan Islam berbasis paradigma teologis-emansipatoris dengan pendekatan an-nisa’iyah, pengembangan kurikulum responsif gender, serta pemberdayaan perempuan dalam kepemimpinan pendidikan. Prospek penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam multikultural yang berkeadilan gender dapat menjadi instrumen transformatif bagi terwujudnya masyarakat inklusif, humanis, dan beradab.

Literature Review Model Pembelajaran Think Pair Share Untuk Meningkatkan Kreativitas Belajar Bahasa Arab

Indah Permata Sari, Erlina, Muhammad Afif Amrullah
Contributors from: Indonesia Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa, khususnya pada pembelajaran bahasa Arab. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kreativitas siswa dalam berbagai mata Pelajaran, akibat metode pembelajaran konvensional yang kurang interaktif. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis 12 artikel terkait penerapan TPS, yang berfokus pada tiga indikator kreativitas: kelancaran berpikir, fleksibilitas berpikir, dan orisinalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TPS secara signifikan meningkatkan ketiga aspek kreativitas siswa, dengan peningkatan kelancaran berpikir, fleksibilitas dalam mengadaptasi ide, dan kemampuan menghasilkan gagasan orisinal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa TPS tidak hanya berfungsi sebagai metode untuk memahami materi, tetapi juga sebagai alat penting dalam mengasah potensi kreativitas siswa di berbagai bidang studi. Kontribusi penelitian ini memberikan wawasan baru tentang penerapan model pembelajaran yang inovatif dalam pendidikan, yang dapat mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif di kalangan siswa.

Does Memorizing the Qur’an Improve Arabic Proficiency? Insights from Students in Islamic School

Siti Zahra Nur Jannah Anwar, Astri Ramadhani, Dhea Agustia, Remba Salsabila, Khairil Anwar
Contributors from: Indonesia Indonesia
The aim of this research is to determine the amount of memorization of the Al-Qur'an and the results of learning Arabic for class V students at SDIT Muhammadiyah Gunung Terang and to determine the significant correlation between the amount of memorization of the Al-Qur'an and the results of learning Arabic for class V students at SDIT Muhammadiyah Gunung Bright. The questions in this research include "What is the amount of memorization of the Al-Qur'an and the results of learning Arabic for class V students at SDIT Muhammadiyah Gunung Terang?". This research is quantitative using a correlation design. The subjects in this research were 27 students. The results of this research found that the average number of memorized Al-Qur'an students in class V Imam Baihaqi was 78.6. And the average score for learning Arabic for class V Imam Baihaqi students is 80.3. Based on the analysis of product moment correlation test data, the coefficient value is 0.673, it can be concluded that this value is in the interval 0.40-0.70 with the criterion "between variables X and Y there is a moderate correlation

Indexed By

This journal is indexed by various national and international indexing institutions

Submissions